EEPIS-Online, Siring dengan perkembangan teknologi di Indonesia, semakin banyak pula manfaat dan kemudahan yang dapat didapatkan. Seluruh pihak berharap manfaat dan kemudahan tersebut juga dapat dirasakan oleh semua pihak, termasuk penyandang cacat di Indonesia. Berdasarkan data SUSENAS tahun 2000, prevalensi penyandang cacat di Indonesia mencapai 1,46 juta penduduk atau sekitar 0,74 % dari total penduduk Indonesia (197 juta jiwa) pada tahun itu. Namun selama ini kebijakan-kebijakan yang menyangkut aksesibilitas para penyandang cacat (disabled persons) belum banyak mendapat perhatian. Padahal pemerintah sudah menyediakan peraturan (UU Nomor 4 Tahun 1997, pasal 1 ayat 1 dan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1998, khususnya pasal 1 ayat 1) yang menjamin seluruh penyandang cacat di Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang sama dan berintegrasi secara total sesuai dengan kemampuannya dalam segala aspek kehidupan dan penghidupannya.
Riset ini ditujukan untuk mendapatkan informasi dan insights mengenai perilaku masyarakat penyandang cacat terhadap pemanfaatan teknologi informasi. Tujuan yang ingin dicapai antara lain Memahami perilaku penggunaan, preferensi serta aksesibilitas penyandang cacat fisik dalam pemanfaatan teknologi informasi, mengetahui hambatan yang dialami penyandang cacat fisik dalam pemanfaatan teknologi informasi yang ada saat ini, serta mengetahui harapan dan kebutuhan penyandang cacat fisik terhadap pemanfaatan teknologi informasi.