Metode pengenalan wajah Bayesian merupakan metode subruang pengenalan wajah yang cukup sukses. Metode ini menjadikan tugas pengenalan wajah menjadi permasalahan klasifikasi biner yang masing-masing kelas, yaitu variasi intrapersonal dan variasi ekstrapersonal, dimodelkan sebagai distribusi Gaussian. Bagaimanapun, dengan adanya perubahan-perubahan signifikan, seperti perubahan-perubahan pencahayaan dan pose dalam skala besar, variasi intrapersonal wajah tidak bisa dimodelkan sebagai distribusi Gaussian tunggal, dan subruang linear secara umum seringkali gagal dalam memberikan hasil yang baik pada himpunan data kompleks non-convex. Distribusi tersebut bisa didekomposisi menjadi distribusi-distribusi yang lebih convex yaitu dengan menggunakan Gaussian Mixture model. Macam-macam variasi intrapersonal yang kompleks dipelajari oleh sekumpulan subruang linear lokal intrapersonal . Hasil pengujian sistem pengenalan wajah Bayesian yang berdasarkan pada Gaussian mixture model ini menunjukkan bahwa metode ini memiliki tingkat pengenalan yang lebih baik dibandingkan metode Bayesian dan EigenFace, terutama pada penggunaan data pelatihan yang sedikit. Kata kunci : Pengenalan Wajah, Metode Bayesian, Kelas Intrapersonal, Vektor Eigen, Gaussian Mixture Model.
Nama : Rully Soelaiman1, Akhmad Saikhu2, Rile Fitra Juniawan3
Email : rully@si.its.ac.id1 , saikhu@its-sby.edu2, rile.fitra@yahoo.com3
Kategori : IMAGE PROCESSING AND PATTERN RECOGNITION
Institusi : Fakultas Teknologi Informasi
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Indonesia