Sinyal Elektroensephalogram (EEG) merupakan sinyal aktivitas listrik di lapisan terluar kulit otak (cerebral cortex). Sinyal ini digunakan untuk mendiagnosa penyakit di otak dan kejiwaan. Karena karakteristik sinyal EEG tidak periodik, tidak mempunyai pola baku, serta mempunyai amplitudo tegangan yang kecil, maka sinyal ini sangat mudah tertimbun noise sehingga sulit untuk dikenal. Untuk mengatasi masalah ini, sinyal EEG dari hasil pengukuran sistem peletakan 8 elektrode akan diproses dengan metode wavelet transform. Pada metode ini, sinyal EEG direkam dengan meletakan 8 elektroda pada titik tertentu dikulit kepala, kemudian dikuatkan oleh rangkaian amplifier yang memiliki penguatan 10.000 kali, dan dilewatkan rangkaian filter, ADC, serta PPI card untuk ditampilkan di komputer. Data sinyal EEG di PC diproses melalui 2 tahap, yaitu windowing, dan wavelet. Pada tahap windowing, dilakukan proses normalisasi dan proses windowing dengan metode hanning window untuk memperjelas sinyal , sedangkan pada tahap wavelet dilakukan proses konvolusi dan proses wavelet dengan metode haar wavelet untuk mereduksi noise. Output dari proses wavelet akan menghasilkan sinyal EEG yang lebih rendah noisenya, dengan prosentase kebenarannya sekitar 60 %, karena masih terdapat noise juga pada sinyal diatas 30 Hz. Kata Kunci: EEG, windowing, Haar wavelet.
Nama : Kemalasari1, Mauridhi Hery P2, Ridha W, Nirmala S
Email : kemala@eepis-its.edu; mala_amien@yahoo.com
Kategori : APPLIED ELECTRONICS
Institusi : Research Group on Biomedical Electronic
1Jurusan Elektronika, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
2Fakultas Teknik Elektro, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya