<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0">
 <channel>  <title>EEPIS - Proceeding</title> 
  <link>http://ies.eepis-its.edu/prosiding/</link> 
  <description>Proceedings</description>
  <pubDate>Thu, 23 May 2013 18:41:32 +0700</pubDate> 
  <generator>EEPIS RSS Feeds</generator>
  <copyright>(c)ENT Crews 2009</copyright> 
  <managingEditor>admin@eepis-its.edu (ent)</managingEditor> 
 <item>
  <title>Konversi Nada-Nada Akustik Menjadi Chord Menggunakan Pitch Class Profile</title> 
  <link>http://ies.eepis-its.edu/prosiding/abstrakdetail.php?id=512</link> 
  <description>Chord recognition atau pengenalan chord adalah
sebuah transkripsi dari suara menjadi chord, dimana
sebuah masukan yang berupa file audio akan
diklasifikasikan sesuai dengan taraf-taraf ketentuan
yang berbeda-beda. Chord merupakan beberapa nada
yang dibunyikan sehingga menciptakan suatu suara
yang harmonis. Chord yang akan dikenali dalam
aplikasi ini adalah chord standar yaitu chord mayor
dan chord minor. Proses kerja aplikasi diawali
dengan proses sampling file audio berformat wave.
Langkah selanjutnya adalah membagi data wave
menjadi frame-frame (frame blocking). Dari frameframe
tersebut kemudian ditranformasikan dengan
Fast Fourier Transform (FFT). Proses dilanjutkan
dengan deteksi puncak untuk mengambil nilai-nilai
puncak dari FFT. Nilai-nilai deteksi puncak tersebut
diklasifikasi berdasarkan frekuensi nadanya melaui
Pitch Class Profile (PCP). Dengan teknik PCP maka
dapat dideteksi warna dari sebuah chord berdasarkan
kelas pitch dari nada. Tahap akhir dari aplikasi
adalah mencocokkan hasil PCP input dengan basis
data (code book) dan menampilkan hasilnya dalam
bentuk bar-bar chord.
&lt;b&gt;Kata kunci:&lt;/b&gt; Chord, Fast Fourier Transform, Pitch
Class Profile</description> 
  <pubDate>Thu, 01 Oct 2009 00:00:00 +0700</pubDate>
  </item>
 <item>
  <title>Simulasi Pengukuran Quality of Service pada Integrasi Internet Protocol dan Asynchronous Transfer Mode dengan Multiprotocol Label Switching (MPLS)</title> 
  <link>http://ies.eepis-its.edu/prosiding/abstrakdetail.php?id=177</link> 
  <description>Multiprotocol Label Switching (MPLS) digunakan
untuk mengurangi proses yang terjadi dalam suatu
router ketika mengirimkan suatu layanan paket data.
Konsep teknologi MPLS ini menggunakan switching
node yang disebut sebagai Label Switching Router
(LRS) dengan melekatkan suatu label dalam setiap
paket data yang datang, dan menggunakan label
tersebut untuk menentukan ke arah mana seharusnya
paket data sebuah tersebut dikirimkan. Teknologi
MPLS memiliki tujuan membawa teknologi IP yang
memiliki sistem connectionless ke dalam sebuah
teknologi IP yang memiliki sistem connection oriented
dengan memanfaatkan teknik switching yang ada dalam
teknologi ATM. Dengan kemampuan tersebut MPLS
merupakan cara yang efektif untuk menggabungkan
teknologi IP dan teknologi ATM ke dalam sebuah
jaringan backbone.Pada makalah ini dilaporkan suatu
simulasi pengukuran terhadap Quality of Service (QoS)
yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana
sebenarnya layanan teknik MPLS ini ketika
mengirimkan suatu trafik layanan paket. Pengukuran
tersebut dilakukan terhadap tiga parameter utama QoS
yang ada dalam sebuah jaringan yaitu bandwidth,
service rate, dan waktu delay pengiriman paket. Dari
simulasi pengukuran QoS dalam jaringan MPLS,
didapatkan bahwa waktu delay pengiriman paket dalam
jaringan MPLS relatif kecil sehingga jaringan MPLS
ini cocok untuk diterapkan bagi layanan paket data
yang real time.

Kata Kunci : Internet Protocol , Asynchronous
Transfer Mode , Multiprotocol Label Switching ,
Quality of Service.</description> 
  <pubDate>Wed, 01 Oct 2003 00:00:00 +0700</pubDate>
  </item>
 <item>
  <title>Studi Penggunaan Filter Hybrid Tanpa Trafo, untuk Peredaman Resonansi Harmonik pada Sistem Tenaga Industri</title> 
  <link>http://ies.eepis-its.edu/prosiding/abstrakdetail.php?id=9</link> 
  <description>Pada makalah ini dibahas tentang terjadinya resonansi harmonic yang muncul akibat interaksi antara impedansi trafo dan kapasitor bank. Untuk mengatasi terjadinya resonansi maka pada sistem tersebut dipasang filter hibrid. Tipe filter hibrid yang digunakan adalah filter aktif dan pasif yang terhubung seri tanpa menggunakan trafo. Untuk mengetahui performen dari filter tersebut, maka filter disimulasikan menggunakan PSIM. Dari hasil simulasi didapatkan kesimpulan bahwa dengan menggunakan jenis filter ini, resonansi yang terjadi pada bus dapat diredam dengan baik, dari THD tegangan 15% menjadi 3.1%.  
 
Kata kunci : Resonansi harmonik, filter pasif, filter aktif, filter hibrid</description> 
  <pubDate>Sat, 01 Oct 2005 00:00:00 +0700</pubDate>
  </item>
 <item>
  <title>Model pembobotan Ultrasonic Rangefinder sebagai input kontrol fuzzy untuk obstacle avoidance pada Robot Cerdas Pemadam Api</title> 
  <link>http://ies.eepis-its.edu/prosiding/abstrakdetail.php?id=1</link> 
  <description>Pada paper ini akan disajikan disain robot pemadam api yang merupakan simulasi dari petugas pemadam api. Robot ini dirancang agar mampu menemukan sumber api (lilin) sekaligus memadamkannya, sebagaimana aturan main dalam Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) 2005 [1]. 
Robot dilengkapi dengan beberapa sensor antara lain ultrasonic rangefinder, magnetic compass, UVTron flame detector, photo diode dan rotary encoder. Untuk mengolah data atau mengkontrol data sensor, robot ini menggunakan mikrokontroller AVR Atmega16. Enam pasang ultrasonic rangefinder dipasang secara melingkar di bagian depan robot. Dengan model pembobotan sensor ultrasonic akan mempermudah dan mempercepat dalam pengambilan keputusan sehingga respon robot terhadap lingkungan lebih cepat. 
  
Kata kunci: Model pembobotan,robot pemadam api dan ultrasonic rangefinder  
</description> 
  <pubDate>Sat, 01 Oct 2005 00:00:00 +0700</pubDate>
  </item>
 <item>
  <title>Deteksi Gambar Rambu-Rambu Lalu-Lintas dengan  
Menggunakan Color Thresholding dan Integral Proyeksi</title> 
  <link>http://ies.eepis-its.edu/prosiding/abstrakdetail.php?id=77</link> 
  <description>Pada penelitian terdahulu mengenai sistem content based image retrieval untuk image searching telah dilakukan percobaan untuk berbagai macam model gambar dengan melibatkan ciri warna menggunakan histogram, ciri bentuk dengan integral proyeksi dan ciri tekstur dengan transformasi Fourier. Pada penelitian ini, dilakukan deteksi letak rambu-rambu lalu-lintas dan mendapatkan gambar rambu-rambu lalu-lintas tersebut. Rambu-rambu lalu-lintas yang digunakan sebagai referensi adalah rambu-rambu lalu-lintas yang ada di Indonesia, dimana tiga warna dominan pada rambu-rambu tersebut adalah merah, biru dan kuning. 
Tahapan yang dilakukan pada deteksi gambar rambu-rambu lalu lintas adalah mendeteksi warna yang dikehendaki dengan melalui proses threshold warna merah, biru, dan kuning menggunakan color thresholding. Kemudian dilanjutkan dengan menentukan letak tanda gambar rambu-rambu lalu-lintas dengan memanfaatkan proses  integral proyeksi. Langkah akhir dari deteksi gambar rambu ini adalah melakukan blocking pada gambar rambu yang telah diketahui letaknya, yaitu mengambil gambar rambu lalu-lintas yang telah terdeteksi dan membuang daerah gambar yang tidak dikehendaki. 
 Dari uji coba deteksi tanda rambu lalu-lintas telah menunjukan hasil deteksi dengan baik, dari 60 image query dihasilkan 30 hasil deteksi tanda rambu lalu-lintas dengan sempurna, kondisi ini juga ditunjang dengan adanya tanda rambu yang terlihat jelas pada image query. Kegagalan dalam deteksi yang terjadi dalam uji coba, penyebabnya antara lain tanda rambu dalam image query tidak terlihat jelas dan penyebab lainnya adanya nilai threshold yang belum efektif dalam color thresholding. 
  
Kata Kunci : color thresholding,  integral proyeksi, blocking.</description> 
  <pubDate>Sat, 01 Oct 2005 00:00:00 +0700</pubDate>
  </item>
 <item>
  <title>Rancang Bangun Sistem Kontrol Aksi On-Off Berbasis Mikrokontroler At89c51 pada  Prototipe Sistem Tata Udara Bermetode VAV (Variable Air Volum)</title> 
  <link>http://ies.eepis-its.edu/prosiding/abstrakdetail.php?id=213</link> 
  <description>Mikrokontroler merupakan salah satu perkembangan
teknologi yang mengintegrasikan sebuah sistem komputer
kedalam sebuah chip tunggal (Single Chip), sehingga
teknologi ini mampu berfungsi seperti sebuah sistem
komputer, salah satunya adalah pada proses
pengontrolan.
Pada tulisan ini dirancang dan dibuat sebuah sistem
kontrol berbasis mikrokontroler pada prototype Sistem
Tata Udara menggunakan metode VAV (Variable Air
Volume). Mikrokontroler dirancang untuk menggerakkan
motor stepper yang akan menggerakkan damper untuk
memvariasikan debit udara suplai guna mempertahankan
kondisi temperatur pada set point yang diinginkan.
Prototipe VAV dibuat dengan dua buah ruangan
simulasi, menggunakan lampu 60 Watt pada ruang
simulasi pertama dan lampu 100 Watt pada ruang
simulasi kedua sebagai simulasi beban. Kedua lampu
dilengkapi dengan rangkaian dimmer lamp sehingga
simulasi beban bisa divariasikan. Suplai udara ke kedua
ruangan simulasi langsung dari udara lingkungan tanpa
dikondisikan menggunakan sistem refrigerasi, yang
diberikan oleh sebuah kipas 12 Volt DC pada kecepatan
putar konstan, melalui sebuah saluran udara (duct) yang
bercabang ke kedua ruangan simulasi.
Pada alat yang dibuat digunakan modul DT51
sebagai salah satu modul pengembangan mikrokontroler
89C51dan juga digunakan modul DT51 KND yang
merupakan modul add on board untuk DT51 yang
berfungsi sebagai tampilan temperatur ruangan simulasi
dan sebagai keypad untuk keperluan input set point.
Sensor LM 35D digunakan untuk memberikan informasi
temperatur berupa besaran digital pada mikrokontroler
dengan membuat rangkaian pengkonversi besaran analog
menjadi digital menggunakan komponen ADC 0809.
Dengan membuat rangkaian driver motor stepper
menggunakan rangkaian terintegrasi pada IC ULN 2803,
mikrokontroler akan menggerakkan motor stepper untuk
mengatur bukaan damper dalam memvariasiakan debit
udara suplai.
Pengujian dilakukan secara terpisah untuk ruang
simulasi pertama dengan beberapa set point dalam range
32oC sampai 28oC dengan berbagai variasi dimmer lamp.
Kemudian pengujian secara terpisah untuk ruang
simulasi kedua dilakukan dengan beberapa set point
dalam range 35oC sampai 29oC dengan berbagai variasi
dimmer lamp. Dilanjutkan dengan pengujian secara
bersamaan pada kedua ruangan simulasi dengan
beberapa set point dalam range 32oC sampai 28oC untuk
ruang simulasi pertama dan 35oC sampai 30oC untuk
ruang simulasi kedua, dengan berbagai variasi kedua
dimmer lamp. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa
mikrokontroler dapat melakukan aksi kontrol yang baik,
ditandai dengan dipertahankannya kondisi temperatur
ruangan simulasi pada set point yang diberikan.

Keyword : Variable Air Volum, Mikrokontroller, damper,
debit udara supla, temperatur</description> 
  <pubDate>Wed, 01 Oct 2003 00:00:00 +0700</pubDate>
  </item>
 <item>
  <title>Sumber Energi Listrik dengan Menggunakan Topologi Energy Storage untuk Memperbaiki Kualitas Daya</title> 
  <link>http://ies.eepis-its.edu/prosiding/abstrakdetail.php?id=244</link> 
  <description>Pada makalah ini, dibahas topologi
Energy Storage untuk memperbaiki kualitas
daya. Pada makalah ini selain ditujukan suatu
pembentukan topologi baru yaitu Energi
Storage, juga ditujukan sebagai pemanfaatan
energi additif sebagai salah satu bentuk
alternatif energi yang murah. Pada topologi ini
tidak menggunakan governor sebagai penstabil
frekuensi dan tidak memerlukan AVR sebagai
penstabil tegangan. Sedangkan konsumsi
dayanya diperuntukkan bagi masyarakat
pedesaan maupun perkotaan terutama
digedung bertingkat yang mempunyai
ketinggian tertentu, dimana potensinya dapat
dimanfaatkan sebagai sumber energi. Hasil
yang didapat dari penelitian ini bahwa dengan
fluktuasi sumber energi, tidak mempengaruhi
magnitude tegangan output yang dihasilkan,
dan juga tidak mempengaruhi frekuensi
tegangan yang dihasilkan. Perubahan sumber
energi penggerak prime mover generator DC,
yang mempunyai kecepatan yang berubah-ubah
mempengaruhi rpm generator, sehingga output
generator DC fluktuatif. Tegangan yang
fluktuatif ini juga mempengaruhi magnitude
arus yang akan disimpan dalam storage,
sebagaimana tegangan generator. Tegangan
fluktuatif ini dimasukkan kedalam storage
berupa baterai/ sel kering yang mempunyai
tegangan 24 volt. Agar generator tidak berubah
fungsi menjadi motor, maka dipasang dioda
dari output generator ke baterai. Sedangkan
medan generator DC diberi tegangan berkisar
antara 25 volt sampai 30 volt. Bentuk
perubahan ini direkam dalam Fluke Power
Quality Analyzis meter. Hasil yang didapat
adalah keluaran dari generator 0 volt sampai
dengan 24,51 volt, menghasilkan bentuk
tegangan output trafo yang cukup stabil yaitu
220 volt sampai dengan 235 volt. Ketika beban
lampu diberikan, dan sumber energi dibuat
berfluktuasi, nyala lampu cukup stabil dengan
arus lampu sebesar 0,04 A. Sedangkan bentuk
tegangan keluaran masih mempunyai THD
yang masih cukup tinggi, diberi filter untuk
menurunkan tingkat harmonisa, sehingga THD
bisa turun dari 31% menjadi 18%.

Kata kunci: tegangan fluktuatif generator,
Fluke Power Quality Analyzis meter, filter</description> 
  <pubDate>Wed, 01 Oct 2003 00:00:00 +0700</pubDate>
  </item>
 <item>
  <title>Simulasi Fuzzy Logic untuk Mobile Robot Pencari Jalan Maze</title> 
  <link>http://ies.eepis-its.edu/prosiding/abstrakdetail.php?id=4</link> 
  <description>Dalam makalah ini disajikan salah satu hasil penelitian tentang implementasi fuzzy logic pada mobile robot yang bergerak dalam sebuah maze. Metode yang diusulkan menggunakan pendekatan multi layer dan merupakan pengembangan dari mobile robot yang pernah dibuat sebelumnya. 
Ada dua layer yang digunakan: layer 1 berfungsi untuk melakukan aksi menghindari tabrakan dengan dinding maze menggunakan pendekatan fuzzy logic, sedangkan layer 0 berfungsi untuk keluar dari jalan buntu yang mungkin ditemukan oleh robot. Mobile robot yang digunakan dilengkapi dengan tiga buah transceiver ultrasonik yang dipasang pada ketiga sisi robot. 
Penelitian dilakukan secara simulasi software maupun implementasi hardware. Dalam penelitian ini digunakan tiga buah IC FPGA (Field Programmable Gate Array) untuk mengimplementasikan layer-layer dari sistem navigasi mobile robot. Dari hasil pengujian berupa simulasi didapatkan hasil yang cukup memuaskan meskipun masih terdapat error rata-rata yang berkisar antara 7% hingga 9% dari hasil pembulatan pada operasi aritmatika fuzzy logic.</description> 
  <pubDate>Sat, 01 Oct 2005 00:00:00 +0700</pubDate>
  </item>
 <item>
  <title>Sistem Konveyor Masukan Acak dengan Keluaran Teratur</title> 
  <link>http://ies.eepis-its.edu/prosiding/abstrakdetail.php?id=290</link> 
  <description>Konveyor merupakan suatu alat transportasi yang umumnya dipakai dalam industri  perakitan maupun 
industri proses untuk mengangkut bahan produksi 
setengah jadi maupun hasil produksi dari satu bagian ke bagian yang lain .  
Pada suatu jalur produksi ( production line) 
umumnya masukan benda produksi dapat bersifat acak 
dalam waktu, khususnya ini terjadi pada industri perakitan atau pemrosesan yang dilakukan secara manual. Akan tetapi pada bagian keluaran yang umumnya dipakai sebagai proses pengemasan, diharapkan peletakan benda kerja sudah dalam keadaan teratur. Keteraturan posisi benda kerja ini mempermudah pengemasan dalam satuan tertentu .  
Dalam penelitian ini dibuat suatu model sistem 
transportasi yang terdiri dari 3 konveyor, yaitu :  konveyor masukan, konveyor pengatur dan konveyor keluaran.Konveyor masukan menerima benda produksi dalam interval waktu yang acak dan konveyor pengatur bergerak dengan kecepatan variabel, mempercepat atau memperlambat tergantung pada masuknya benda produksi pada konveyor masukan untuk ditempatkan pada konveyor keluaran. Konveyor pengatur mengikuti konveyor keluaran agar benda produksi ditempatkan dalam posisi yang teratur.  Masing – masing konveyor menggunakan motor DC sebagai penggerak utamanya. Posisi benda kerja pada konveyor masukan dan keluaran masing – masing di indera oleh sensor LDR demikian pula halnya dengan kecepatan konveyor. Keluaran sensor 
merupakan masukan pada kontroler untuk mengatur 
kecepatan motor DC dari konveyor pengatur dan konveyor keluaran . Perangkat lunak yang digunakan adalah bahasa pemrograman Turbo Pascal. 
Sampel benda produksi  terbuat dari bahan 
aluminium dengan unit ukuran :  5 x 3 x 2 cm  ( p x l x t ) , dengan unit berat 76,84 gram Dengan memvariasi posisi peletakan sampel pada konveyor masukan secara acak ( 0-16 cm ) dan memvariasi unit berat sampel ( 76.84 – 3 x 76.84 gr ) diperoleh korelasi kesesuaian posisi keluaran yang teratur dengan variabel tersebut. 
Kecepatan putar motor konveyor masukan dapat 
berkisar antara  &amp;plusmn; 20 rpm hingga  &amp;plusmn; 35 rpm, dengan 
kecepatan putar konveyor pengatur berkisar antara 30-230 rpm untuk dapat mempertahankan kesalahan posisi antar jarak benda keluaran rata – rata  sebesar &amp;plusmn;  2%.  
 
Kata kunci : masukan acak, keluaran teratur, konveyor</description> 
  <pubDate>Tue, 01 Oct 2002 00:00:00 +0700</pubDate>
  </item>
 <item>
  <title>Teknik Perbaikan Kualitas Daya pada Penyearah Terkontrol 3 Fasa dengan Menggunakan Sistem Simetri dan Injeksi Harmonisa Ketiga</title> 
  <link>http://ies.eepis-its.edu/prosiding/abstrakdetail.php?id=264</link> 
  <description>Pada penelitian ini, dibahas teknik pengurangan 
kadar harmonisa pada arus  input suatu penyearah 
terkontrol jenis jembatan tiga fasa-6 pulsa dengan 
komponen GTO. Penyearah jenis ini adalah 
penyearah simetris dimana besarnya saat penyalaan 
SCR   a simetris dengan saat pemadaman  pi-a  . 
Dengan menggunakan trafo hubungan Y/D tanpa beban yang ditempatkan antara sisi input ac dan output dc maka kandungan harmonisa pada sisi input dapat dikurangi. Pengurangan  kadar harmonisa yang 
dikandung oleh arus input penyearah dilakukan 
dengan cara menginjeksi harmonisa ketiga ke dalam 
arus input tersebut. Harmonisa ketiga ini terbentuk dengan sendirinya karena adanya penyearah jembatan tiga fasa tersebut. Kemudian arus harmonisa ketiga ini disalurkan melalui induktansi L variabel, terus ke belitan bintang pada masing-masing fasa, dan akhirnya diinjeksikan ke arus input. Dengan adanya injeksi arus tersebut diperoleh hasil, kandungan harmonisa pada arus input akan berkurang dari THD= 20.9 %  (sebelum diinjeksi) menjadi THD= 3.4 % (setelah dilakukan injeksi) pada beban dan tegangan yang sama. Bentuk gelombang arus input mendekati sinusoidal. Sedangkan faktor daya dapat diperbaiki dengan menggunakan penyearahan jenis simetris karena Displacement Factor (DF) dapat diperkecil dimana a lebih kecil bila dibandingkan dengan penyearahan menggunakan SCR pada rated tegangan output yang sama. Perbaikan faktor daya dari PF= 0.88 lag , menjadi PF= 0.94 lag dan mengurangi kerugian daya sebesar 6.21%.  Penggunaan trafo Y/D yang dipakai untuk melakukan injeksi arus dalam keadaan tidak 
berbeban, maka ukuran dari trafo untuk injeksi adalah setengah dari daya total. Hal ini akan menghasilkan suatu sistem yang murah. 

Kata kunci : arus input, harmonisa, SCR, GTO.</description> 
  <pubDate>Tue, 01 Oct 2002 00:00:00 +0700</pubDate>
  </item>
  </channel>
  </rss>